Home » commentaries, philosophy

Objectivity vs Neutrality

3 July 2014 203 views 4 Comments

[terjemah bahasa indonesia di bawah]

Nobody can be free from bias, but as a scholar I should always exhibit a bias toward objectivity. Being objective has always been the goal.

Objectivity, however, should not be confused with neutrality. One should not hesitate to be partial and in fact it is imperative to be so, if after a careful investigation of the facts one can conclude that truth lies on one side or one simply is a better choice.

I see nothing to admire in neutrality if it’s just for the sake of neutrality itself. It does not make me a better scholar for standing in the middle of the road just to be perceived neutral. My conception of objectivity is compatible with strong political and moral commitment, to myself and to others.

For that reason, as I have been expressing throughout my (Facebook) statuses and comments these days, I am not and never neutral in this 2014 Indonesian presidential election.

I vote for one who is closer to the idea of “a leader with moral virtue“ who not only represents us, is part of us, and one of us, but also who would hopefully lead us to awaken our moral imagination, to sharpen our moral sensitivity, to fill our souls with empathy and translate it into acts.

I also vote for the leader who is more likely and hopefully willing to listen and care about people’s voices. I vote for the one whom we can criticize and can listen to the critics.

I vote for Jokowi-JK.

‪#‎objectivity‬ & ‪#‎neutrality‬

——

‪#‎objektivitas‬ & ‪#‎netralitas‬

Tak seorangpun bisa bebas dari bias. Tetapi sebagai seorang ilmuwan saya harus selalu berusaha objektif. Objektivitas selalu menjadi tujuan.

Namun objektivitas tidak bisa disamakan dengan netralitas. Seseorang tak perlu ragu, bahkan perlu, untuk berpihak, jika setelah melakukan pengamatan yang cermat dapat disimpulkan bahwa kebenaran terletak di satu sisi atau salah satu merupakan pilihan yang lebih baik.

Saya menentang netralitas, jika hanya untuk netralitas itu sendiri. Dan saya tidak akan menjadi ilmuwan yang baik, jika saya berdiri di tengah-tengah hanya untuk dianggap netral. Ke-objektivitas-an saya selaras dengan komitmen politik dan moral yang kuat, bagi diri sendiri dan orang lain.

Karena itu, seperti apa yang tersirat dan tersurat pada status-status dan komentar-komentar saya (di Facebook) selama ini, saya tidak akan dan tidak pernah netral dalam pilpres 2014 ini.

Saya memilih seorang pemimpin yang memiliki kebijakan dan kebajikan moral. Dia, bukan hanya mewakili kita, bagian dari kita dan salah satu dari kita, tetapi juga akan bisa menjadi pemimpin yang dapat membangkitkan imajinasi moral kita, mempertajam kepekaan moral kita, untuk mengisi jiwa kita dengan empati dan menerjemahkan ke dalam tindakan.

Saya juga memilih pemimpin yang mau mendengar dan hirau akan suara rakyat. Saya memilih seseorang yang bukan saja akan bisa kita kritik bersama-sama, tapi juga mendengar kritik tersebut.

Oleh karena itu, saya memilih Jokowi-JK.

#dukungankritisjokowi #dukunganrakyattakberpartai

#salam2jari #salamduajari  #jkw4p  #daridulumilihJokowi #akhirnyamilihJokowi

4 Comments »

  • nemo said:

    maybe you are member of S.J.(Social Justice) ;-)
    remind me of Frans Magnis

    “…selalu kritis dan mengambil sikap, dengan hati yang terlibat pada usaha untuk menciptakan masyarakat yang benar. Saya pun bukan seorang penulis netral. Saya berusaha untuk memaparkan masing-masing pikiran seobjektif mungkin, tetapi saya berpendapat bahwa menyikapi pikiran merupakan tuntutan kejujuran maka saya tidak menyembunyikan sikap saya.”

    [Reply]

    mlim Reply:

    I’m all for justice :)

    [Reply]

  • aboeprijadi santoso said:

    Well put, correctly phrased. Like it, philosophically agree.

    [Reply]

    m Reply:

    Thank you, pak Aboeprijadi.

    [Reply]

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

*