League of 13: Media concentration in Indonesia
21 February 2012
5,077 views
32 Comments
I just want to re-post something I posted in the Participatory Media Lab’s blog a month ago.
:::::::
Based on “Media Concentration” section in on the Media report I posted earlier, I generated several maps of media concentration below. The updated section on Media Ownership can be downloadable from here.

























wiihh… ngerii amat petanya mbak.. makasih infonya yah?
[Reply]
mlim Reply:
February 24th, 2012 at 1:25 pm
iya, ngeri banget ya?
[Reply]
Thirteen is an ominous number.
Charting all that stuff must have been drudgery I guess. Time consuming. But the results look fine. A great piece of work actually. Citing Kompas or Jakarta Post I for instance at one glance now know whose bastard’s gospel I’m actually , be it involuntary, spreading
.
[Reply]
mlim Reply:
February 24th, 2012 at 1:25 pm
actually it’s not as time-consuming (i know how to handle this kind of data, wink-wink). it’s fun and i did it for a recreational purpose, haha. actually in the report itself i noted that the prominence of Kompas & Jakarta Post is good — despite the domination of Kompas, as they are of (or among) highest quality media in Indonesia so far.
[Reply]
Lengkap dan bagus sekali Mbak klasifikasinya. Ini bisa dibuat apa ya nih? Ada penelitian lebih lanjut yang memakai ide ini? Thanks Mbak
[Reply]
mer Reply:
February 28th, 2012 at 2:10 pm
Terimakasih, mas Romi. Ya, ada penelitian lebih lanjut — bisa dipakai macam2. Bisa dipakai u/ mempelajari kaitan antara kepemilikan dgn homogenisasi (vs diversifikasi) konten, bisa dipakai untuk mempelajari policy (yg terkait) dan merekomendasikan better policy, dll.
[Reply]
Halo Mbak Mer,
Saya dhes, IELSP scholarship Student yang pernah exchange ke ASU dan ketemu ngobrol2 sama mbak Mer november 2011 lalu.
Overall, saya suka sekali Blog-nya. Informatif, menarik dan bisa belajar banyak dari Mbak Mer.
Dan tentang Map of Media Concentration nya lengkap dan detail banget klasifikasinya mbak Mer. Saya baru kepikiran, Media Indonesia itu seperti main monopoli, semua-nya berlomba-lomba menguasai, haha. Menurut saya, hal lain yang seru juga adalah 2Stasiun berita televisi swasta terbesar di Indonesia menjadi alat kepentingan politik oleh pemilik-nya (tv Merah vs tv Biru) Hehee.
Keep Update Blognya mbak Mer
Saya seneng banget, hehehee..
[Reply]
mer Reply:
March 9th, 2012 at 10:28 pm
terimakasih. senang ketemu lagi di blog. haha main monopoli dan mengakibatkan oligopoli
salam,
m
[Reply]
Halo! Terima kasih banget atas pemetaannya.
Selama hampir 20 tahun saya sempat jadi bagian kecil dari anggota himpunan itu
[Reply]
mer Reply:
March 9th, 2012 at 10:27 pm
thanks, mas. kapan2 saya interview ya sbg ‘ex-insider’ (dan skrg outsider)?
[Reply]
Salam kenal Mbak, saya sering mampir kesini karena informasinya sangat berguna untuk studi saya di Communication and Development Studies, Ohio University Athens.
Oya, sekedar menambahkan informasi kalau Tempo Inti Media sudah lama sekali tidak dipimpin oleh Goenawan Mohamad. Mas Goen sudah lebih dari satu dekade tidak berada di pucuk pimpinan redaksi Tempo lagi, bahwa beliau ada salah satu pendiri Tempo adalah fakta sejarah. Mas Goen bahkan sering bergurau, “Meja kerja pun saya sudah lama gak punya di Tempo,”. Beliau sering keberatan kalau orang masih menganggap beliau sebagai pimpinan Tempo. Beliau sekarang lebih aktif di Komunitas Salihara, http://www.salihara.org.
Salam dari Athens, Mbak
Nenden
[Reply]
mer Reply:
March 9th, 2012 at 10:26 pm
salam dan terimakasih atas masukannya. saya koreksi ‘headed’ menjadi ‘founded’
salam dari tempe,
m
[Reply]
No map– no culture, popular slogan of the map surveyors in the 60-70′s
( Merlyna haven’t exist in the world at that time
Are there any classification/ labeling such conservative, liberal, left leaning, right wing, fundamentalist, spiritualist or whateverist for media in Indonesia?
[Reply]
mer Reply:
March 9th, 2012 at 10:25 pm
i think you can easily associate media ownership with ideologies. media conglomerates in general are capitalistic driven, not left nor right. but ideology driven media do exist (most aren’t conglomerate-based, though). i provided a brief description about diverse ideologies in the actual report, especially in the print media section.
[Reply]
Mbak Merlyna, terimakasih informasinya. Sangat menarik. Sebelumnya kita pernah ngobrol saat mbak Merlyna di Indonesia, ngobrolnya bareng mbak rini dan teman2 di satudunia.
Mbak, mau nanya. Sebagian besar pemilik media itu memiliki bisnis lain di luar media. Nah, apakah kepemilikan media oleh mereka bertujuan untuk membangun opini publik guna melindungi bisnis mereka yang berada di luar media, seperti pertambangan, perkebunan dsb itu, dari ‘gangguan’ masyarakat dan negara?
[Reply]
mer Reply:
March 27th, 2012 at 4:27 pm
jawabannya ya tentu saja YA. media kan ranah tepat u/ mempengaruhi opini masyarakat dan untuk memperlebar ruang kekuasaan dalam bernegosiasi (dengan negara dan masyarakat), jadi ya konglomerasi2 banyak yang berekspansi ke dunia industri media.
selain membangun opini publik juga untuk bermain kekuasaan vis-a-vis kompetitor dan negara.
[Reply]
mbak mer peta media grupnya kurang lengkap, karena surat kabar lokal selain lampung post dan borneo post sebenarnya masih banyak lagi tapi saya agak lupa nama-namanya mbak
. tetapi terimakasih banyak mbak, sumber referensi saya jadi lebih lengkap terutama untuk materi perkuliahan.
[Reply]
mlim Reply:
April 4th, 2012 at 1:37 pm
terimakasih u/ komentarnya mas. khusus data u/ Media Group itu yang terdaftar resmi (berdasarkan data terakhir, dec 2011/jan 2012). setahu saya sih sudah lengkap. kalau ada tambahan, silakan informasikan.
[Reply]
Ladydayeuh…you did it for “recreational purposes” hahaha….!
[Reply]
mer Reply:
June 3rd, 2012 at 8:09 am
hehehe….. well… that’s true, especially in kahyangan
[Reply]
Mba, boleh tahu mapping ini dilakukan dengan program apa?
[Reply]
mer Reply:
June 18th, 2012 at 4:00 pm
coreldraw + photoshop u/ graphic work. excel + gephi u/ data based + network.
[Reply]
Wow.. terkagum-kagum dengan pemetaannya.. dan juga, tentu saja dengan sang pembuat peta…
Jadi apakah hypodermic needle theory masih berlaku di Indonesia sampai sekarang Prof?
[Reply]
[...] sebuah laporan penelitian tentang media massa di Indonesia. Laporan lengkapnya dapat dilihat di sini. Salah satu isi dari hasil penelitiannya itu menunjukkan bahwa dari sekian banyak media cetak, [...]
benar2 berwujud gurita raksasa ya konsentrasi media massa di Indonesia ini. Oh iya mbak, saya boleh minta angka nya gak, mengenai jumlah media massa di Indonesia ini? Ditunggu responnya ya mbak. Makasih banyak
[Reply]
mer Reply:
November 28th, 2012 at 11:57 pm
silakan didownload report-nya, di sana ada angka2nya. salam.
[Reply]
ga heran kalo masy. indonesia gampang banget diombang ambingkan dg yg namanya hot issue, lha pemainnya aja segini banyaknya, apalagi ada yg sudah terjun ke dunia politik.
kalo demikian apa bisa dijamin media jadi independen lg?
#matiinTV
[Reply]
gie Reply:
January 7th, 2013 at 9:20 pm
ada benarnya kl media skrg cenderung g independen, tp bukan berarti harus menghindar kan, tv bagaimanapun juga g bisa kita hindari. baik2 saja kita memfilternya
[Reply]
thank’s for the report, do you have any description about diverse ideologies of those media conglomerates?
[Reply]
those media are belong to jews or zionist? no differents i thinks ;lets have fun and saVE OUR FAMILY FOR BULLSHIT SATANIC MEDIA, better read some books, such jerry d gray (dosa2 media amerika) and etc
[Reply]
Bahan ini sangat lengkap mbak. Saya mohon izin untuk mempelajari. Kebetulan ada tugas makalah mengenai kepemilikan media massa di indonesia. Saya mohon izin sebagai referensi.
Terimakasih
[Reply]
mer Reply:
March 27th, 2013 at 2:28 pm
silakan pakai sebagai referensi. semoga berguna.
[Reply]
Leave your response!
Subscribe to Mer's Bites of Bytes by Email
This work by Merlyna Lim is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.
Based on a work at www.merlyna.org.
Pages
Recent Posts
Tags
Most Commented
Most Viewed